Effort

1366 Kata
"Aaa..aapa yang kau lakukan disini? " terkejutnya " Hanni bagaimana kabarmu ???" Tanpa menjawab pertanyaan Hanni dan melangkahkan kaki nya mendekat. Hanni reflek memundurkan langkahnya "Apa yang kau lakukan??, Menjauhlah dari ku ," Takut nya Tetap melangkahkan kakinya mendekati sang puan, perempuan yang beberapa hari ini memenuhi isi kepala nya. Dengan tatapan yang tidak bisa di tebak dan menyunggingkan senyum yang menakutkan untuk Hanni. "Sayang aku merindukanmu!!! Kau tau aku tidak bisa melupakan,. Beberapa hari ini aku selalu datang ke rumah mu. Tapi kau selalu tidak di rumah. Sayang kenapa kau jarang di rumah akhir-akhir ini??. Hmmm...." Sembari mendekat dan akan menyentuh wajah Hanni. Reflek Hanni menepis tangan pria itu dengan kasar. " Berhenti menyentuh ku, kita sudah tidak punya hubungan lagi, kau jangan macam-macam." Tegas nya. Pria itu tertegun dengan ucapan Hanni yang di rasa selama mereka kenal dan pernah menjalin hubungan perempuan ini tidak setegas ini. Dia perempuan yang lemah lembut. Dengan pandangan mata yang tidak bisa di artikan dan ada rasa kecewa atas perubahan sikap sang puan. Melihat pria itu melamun dengan segera Hanni melangkahkan kaki untuk menjauh. Seketika pria itu tersadar dari lamunannya. Dengan segera Ia menggapai tangan Hanni. Sialnya Hanni segera berlari dan pergi dari tempat itu. " Aishhh..... Sial ...aahhhkkkk" Kesalnya semua orang menatap pada pria tersebut. * Dengan nafas yang memburu Hanni kembali ke meja Jimmy. Sebelum sampai di meja mereka Hanni menetralkan nafasnya terlebih dahulu. "Uhffff...uhhffff..." Tarikkan nafas Hanni dan barulah ia melangkah ke meja dengan senyuman yang tidak luntur dari wajahnya. "Sekretaris Hanni kenapa kau lama sekali??? " Ujar sang atasan. " Aahhh... maaf pak " dengan berusaha tetap tersenyum walaupun sebenarnya Ia gelisah. "Silakan dinikmati makan siangnya Sekretaris Hanni" Ujar tuan Hazel "Ahk.. Iya tuan Hazel, Terima kasih. Selamat menikmati" ujar Hanni. * Dan akhirnya mereka menikmati makan siangnya. Ketika menikmati makan siang Hanni selalu memperhatikan kesana kemari. Pandangan mata Hanni tidak menentu, seakan mencari sesuatu dan itu di sadari oleh Jimmy. Jimmy melihat kekhawatiran dimata itu ada rasa takut yang terpancar disana. Dan Jimmy merasa ada yang disembunyikan perempuan itu. Mata teduh itu tidak terlihat Sekarang. "Apa yang kau takutkan Hanni (Dalam Hati Jimmy) Hanni kau baik-baik saja???.dan kau mencari siapa??" Jimmy melihat sekeliling juga. "Aakk.. Tidak ada pak. saya hanya melihat sekeliling ternyata ramai juga ya pelanggan hari ini" Kilah Hanni. " Kau berbohong Hanni!! Aku tau itu" Dalam Hati Jimmy. " Tuan Jim dan sekretaris Han makanan yang direkomendasikan ini benar-benar ya??" Ujar Tuan Hazel. " Aaa... benar sekali tuan , sekretaris Hanni memang pintar memilih menu yang enak" ujar Jimmy " Kau benar.. ahahhah" pembenaran tuan Hazel. Hanni hanya tersenyum karna malu, setidaknya dengan ini bisa membuat Hanni mengalihkan rasa takut dan khawatirnya. Walaupun masih ada sedikit rasa takut. * Selesai makan siang mereka kembali ke kantor untuk menjalankan aktifitas masing-masing. Saat di perjalanan mereka hanya diam Jimmy dengan pemikirannya apa yang terjadi pada Hanni ketika di toilet dan Hanni dengan kekhawatiran tentang pria yang mengunjungi di toilet. Dan terus berdoa agar pria itu tidak menghubungi lagi dan tidak berusaha untuk menemuinya lagi. Dengan pandangan mata yang menelusuri jauh ke jalan. Dan sesekali Jimmy melihat dengan ujang matanya. Ia juga ikut khawatir dengan sikap Hanni yang berubah seketika. Terdengar helaan nafas gusar Hanni yang membuat Jimmy tak tahan lagi untuk menanyakannya. " Hanni kau kenapa??Kau sakit?? " Khawatir Jimmy. " Tidak ada apa-apa pak" berusaha terlihat baik-baik saja dan menerbitkan senyum bulat sabitnya pada Jimmy. Dan Jimmy menyadari bibir Hanni memang tersenyum mulutnya pun berkata baik-baik saja tapi mata tidak bisa berbohong pancaran mata itu berbeda. "Baiklah kalau begitu, jika kau lelah, kau bisa istirahat sejenak ketika sampai kantor akan aku bangunkan" Ujar Jimmy meskipun itu masih ada rasa gusar di benak Jimmy. Setidaknya bisa mengurangi beban yang di rasakan Hanni saat ini hanya dengan tidur pikir Jimmy. " Baiklah terima kasih pak" Ujar Hanni kemudian memejamkan matanya sejenak. berusaha untuk memejamkan mata dan mengistirahatkan pikiran. Melihat itu Jimmy memperlambat kecepatan mobilnya dengan tujuan agar Hanni bisa lebih lama beristirahat. Beberapa menit kemudian terdengar dengkuran halus Hanni menandakan bahwa dia sudah tertidur. Senyum manis itu terpancar diwajah Jimmy. Merasa lega karna sang puan bisa istirahat. Jimmy pun menepikan mobilnya di tempat yang lumayan sejuk dan tentunya tidak menggangu ketertiban lalu lintas. Jimmy sengaja membelokkan mobil nya ketempat yang tidak ramai mobil dan sedikit sepi agar sang puan bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman. Jimmy membuka seat belt nya dan menurunkan jok kursi Hanni dan beberapa centi saja jarak wajah mereka dengan Hanni yang masih memejamkan mata karna tertidur sedangkan Jimmy memandang wajah itu dengan lekat seakan tidak ingin melewatkan moment itu. Detak jantung Jimmy mungkin tidak bisa di bendung lagi. Detaknya terlalu keras dan seakan-akan bisa merobek likmen dadanya dan meloncat keluar. Jimmy tersadar dan segera mungkin menjauhkan wajahnya dari sang puan. Berusaha menetralkan detak jantung nya kembali dengan menarik nafas dalam-dalam. Tangan Kiri Jimmy menyentuh dadanya merasakan apakah detak jantung Nya sudah berdetak normal sekarang. Sambil berkata dalam Hati." Ayo lah jangan seperti ini, atau Hanni akan bangun dan kau akan ketauan Jimmy" Tetap berusaha untuk menetralkan detak jantung nya. Beberapa menit kemudian detak jantung itu sudah berdetak normal kembali. Jimmy mengambil jas nya tergeletak di kursi belakang dan menyelimuti tubuh Hanni. " Hanni kau tau?? Aku menyukaimu!! hanya saja aku tidak memiliki keberanian memberi tahu mu. Hahhfff...." Helaan nafas gusar dan ujar Jimmy. * Setelah beberapa menit kemudian. "Owhkk... Dimana ini???" Binggung ketika membuka mata dan melihat sekeliling tetapi tidak menemukan kebenaran Jimmy. "Mana pak Jimmy??" Tersadar bahwa ada jas atasannya di tubuhnya. "Ahh ... Jas ini???, " bergegas membuka pintu mobil dan celingukan mencari seseorang. Setelah nya pandangan mata itu tertuju pada seseorang yang sedang dicarinya dan Hanni melangkahkan kakinya " Pak... Kenapa kita ada disini??" Ujar Hanni. "Owhkkk... (terkejutnya) kau sudah bangun?? " ujar Jimmy " Iya .. kenapa kita disini ?? kenapa kita tidak ke kantor pak?? Maaf aku ketiduran." merasa tidak enak. "hmmm.. aku malas balik kekantor lagi. aku ingin menjernihkan isi kepala ku dari berkas-berkas kantor yang memusingkan itu!!. Kenapa kau minta maaf?? kau tidak salah apa pun" Kilahnya. (padahal karna ingin sang puan bisa tidur lebih lama) "Hmmm... heheh.. pak tempat ini indah dan nyaman ya. Aku baru tau ada tempat seperti ini." "Kau tidak tau ada tempat seperti ini!! Kau hidup dimana selama ini Hanni?? apakah kau baru keluar dari Goa??" Candanya. "haha... iya juga ya ...Selama ini hidupku hanya kerja dan kerja kemudian kembali ke rumah dan istirahat paginya kembali kerja. Aku tidak pernah hiling dan menikmati hidup seperti nya" Ujar Hanni dengan raut wajah sedih "Akhh... ( memandang wajah Hanni) Hanni maaf maksud ku bukan begitu, aku tidak bermaksud" Merasa tidak enak. "Ahhh... tidak apak. mulai sekarang aku akan mencoba menikmati hidup dan mencari tempat-tempat yang belum pernah ku kunjungi kemudian aku akan pergi liburan" Senyum manis teroancar dari wajah Hanni dan semangat nya. Sungguh di luar dugaan Jimmy, Ia pikir Hanni akan merasa tersinggung dengan ucapannya dan menangis dan syukurnya itu tidak terjadi. Jimmy terpana akan Senyum itu. "Teruslah tersenyum Hanni ini yang aku inginkan" Ujar Jimmy didalam Hati sembari memandang wajah Hanni. "Kau butuh rekomendasi tempat atau Kau mau ku temani ke tempat-tempat yang indah dan membuat cerita baru???" Senyum Jimmy. "Owhhkkk... Bapak bersungguh-sungguh ingin menemani ku???" Berbinar sembari menyentuh lengan Jimmy. "Tentu saja kenapa tidak. itu pun kalau kau tidak keberatan" ujar Jimmy "Tentu saja aku suka pak" ujar Hanni "Hanni... bisa kah kau memanggilku Jimmy saja tanpa Embel-embel pak??" Risihnya. "akk..hkh... tapi pak kau atasan ku tidak mungkin aku ..." Tidak enak "Bagaimana kau memanggilku dengan nama di luar jam kantor jika di kantor kau boleh memanggilku pak ??" menyela dan membuat kesepakatan " Ahhj .... baik lah kalau begitu setuju." Senyum nya. * "Sialll....sialll...(melempar semua barang-barang yang ada di kamar nya) Kau memblokir nomor ku Hanni. Liat saja aku akan menemuimu lagi Hanni.Kau tidak boleh memperlakukan aku seperti ini sampai kapan pun kau milik ku, Kau hanya boleh mencintai aku. Ingat itu kau harus bertekuk lutut pada ku, aku akan membuat mu memohon pada ku dan kau mencintai aku. Kau selamanya hanya akan berada di bawa bayang-bayang ku, Kau milik aku Hanni aku milik Yoga selamanya.." Marahnya dan bertindak seperti seorang psikopat dengan seringaian yang menakutkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN