Modus

1175 Kata
* "Selamat siang Pak" Sapa Hanni dengan senyum sumringahnya. "Siang juga Hanni" Merasa heran dengan sikap Hanni "Ada apa dengan nya hari ini biasanya anak ini akan cemberut" * Di kantor yoga sepasang kekasih sedang asik bercerita menyampaikan keluh kesah nya. lebih tepatnya hanya sang perempuan yang asik mengoceh dengan keluh kesahnya. "Sayang kamu kenapa dari tadi kok diam terus??? kamu ada masalah atau kamu lagi sakit????" ucap selly. Sedangkan sang pria hanya diam dan tidak bergeming ntah kemana pikiran nya saat ini. Kesal "Sayang kamu dengan aku ngk sih" sembari menepuk bahu sang pria dengan pelan. Terkejut " Akk... sayang kenapa??" binggung nya bertambah kesal " Ngk tau , dari tadi aku ngomong ngk didengar percuma berarti aku uda capek-capek ngomong kamu malah ngk dengar sedikit pun , (berdiri) aku pulang " pergi dengan raut kesalnya. Mengusap wajah nya dengan kasar. " Aishhh...aku kenapa sih dari tadi kenapa pikirin ku ke Hanni terus?? Apa terjadi sesuatu dengan nya??? (menerawang jauh) aihs... Aku tidak bisa seperti ini. (berdiri dan berjalan ke parkiran menuju mobil) Entahlah apa yang ada di pikiran pria ini. * "Hanni hari ini kamu ada kegiatan selepas pulang kantor" Ucap Jimmy "Aaaa... ada pak. Kenapa pak?? Apa kita akan lembur lagi hari ini" binggung nya "hmm.. Tidak Han hanya saja kalau kamu tidak ada kegiatan saya mau mengajak kamu berbelanja keperluan dapur. Saya malas belajar sendiri??" Ucap Jimmy " Aaa... saya kira apa pak. (senyumnya) kebetulan sekali pak hari ini saya belanja kebutuhan dapur juga. Kita pergi bareng aja kalau gitu pak??" Senyum nya " Owhkkk... kamu tidak keberatan kan?? aku merasa tidak enak sudah merepotkan kamu begini" Ujar Jimmy merasa tidak enak. " Tidak masalah pak. Bapak tidak perlu sungkan seperti itu" Senyum ramahnya * "Kenapa lama sekali sih?? Biasa nya jam segini bukan nya dia sudah pulang." Ujar seorang pria yang berada di dalam mobil mewahnya. sembari celingukan melihat sekeliling, berharap orang yang di tunggu muncul. Beberapa menit kemudian. " Owhhkk... itu dia perempuan yang aku tunggu, Hanni kamu tambah cantik saja sayang aku rindu. (sembari memandangi perempuan yang di rindukan nya itu)" Tiba-tiba ekspresi wajah pria itu berubah kesal. " Siapa sebenarnya pria itu? Kenapa beberapa hari ini dia selalu bersama dengan Hanni? atau jangan-jangan dia kekasih barunya? Tidak ...tidak...Hanni hanya milik ku sampai kapan pun" dengan wajah mengerikan dan panasnya. Sembari memperhatikan Hanni yang menaiki mobil menuju ke suatu tempat. "Mau kemana mereka?? tidak bisa di biarkan" Ucap yoga Mengikuti mobil Jimmy dan Hanni. * Mobil Hanni dan Jimmy. " Pak saya mau tanya?? kenapa bapak yang belanja hari ini?? maaf pak kalau saya lancang??" Ucap Hanni heran " ohh.. itu karna ART di rumah ku sedang sakit jadi dia tidak belanja" Alasan Jimmy Flashback On " Nak Jimmy kamu mau titip sesuatu??" Ujar Art di rumah Jimmy. "Memang nya Ibu mau kemana???" Ucap Jimmy " Hari ini Ibu mau pergi belanja bulanan nak" Ujar ART " Hmmm... Ibu aku aja yang belanja hari ini" Senyumnya. " Owkk... Kenapa??" Ujar ART Jimmy Hanya tersenyum manis," Sekarang Ibu duduk manis saja dirumah aku akan belanja keperluan dapur oke" Senyum manis. Flashback Off Jimmy tersenyum manis. " Bapak kenapa??" ujar Hanni "Owhhkkk ... tidak ada" Senyum nya * Asik memilih-milih bahan-bahan dapur sembri tersenyum cerah. Beberapa menit kemudian. " Tuan ada yang dibeli lagi ngk???" Ujar Hanni. "Hmm...kira-kira apa lagi yang dibeli aku tidak tau." binggung nya dan tersenyum jail. "huffff...(menghela nafas) Baiklah kalau begitu aku akan memilihkan kira-kira apa yang bapak butuh kan dirumah" Sembari berjalan mencari sesuatu. Saat memilih sayur. Tiba-tiba menghentikan tangan Hanni yang mengambil salah satu sayur. Kaget dan melihat ke arah tangan yang digenggam Hanni dan kemudian menatap mata sipit Jimmy dengan binggung. "Kenapa??" Ujar Hanni merasa heran. Menggeleng pelan dengan mata yang masih menatap mata Hanni. Sementara Hanni mengalihkan pandangan nya kearah sayur tersebut. "Tuan kenapa sayur di letakkan kembali???" binggung "Sayur ini tidak sehat Hanni!!" Beralasan "Siapa bilang tidak sehat??? (binggung) Setau ku sayur bayam sehat tuan!!" Tegas dan mengambil kembali sayur tersebut. "Tidak Hanni lihat sayur itu , bentuknya aneh dan disini banyak mengandung racun asal kau tau." Berusaha untuk meracuni pikiran Hanni agar tidak mengambil kembali. "Aishhh.... tidak..(merasa curiga) owk....apa tuan tidak makan bayam?? tuan tidak suka bayam???.. Hahahahahh" Akhirnya mengetahui alasan sebenarnya "Tidak aku suka makan ini??" merasa tertangkap basah. Hanni sibuk mentertawakan Jimmy sementara Jimmy masih terpaku malu dan terpesona akan tawa lepas Hanni yang menambah kegugupan pada dirinya. "Aishh... jantung ku .....bagaimana ini..senyumnya manis sekali tuhan." dalam hati Jimmy. Ditengah-tengah kegaduan mereka berdua ada dua pasang mata yang menatap kesal dan jengah akan kemesraan mereka. Tiba-tiba... "Isshhhh.. Isshhhh... romantisnya pasangan muda ini??? (Hanni dan Jimmy terkejut) apakah kalian pengantin baru?? Berbelanja bersama untuk keperluan dapur .. ini memang sangat romantis..melihat kalian seperti ini mengingatkan aku dulu bersama suami ku. Ketika kami baru menikah dipagi hari pergi berbelanja seperti ini juga. Romantisnya.. kalian membuat aku merindukan suamiku" Cerocosnya dan Sembari tersenyum sementara Hanni dan Jimmy merasa malu dan kaget. Mereka bukan pasangan suami istri. Nenek itu sudah salah sangkah. (Sembari mengambil tangan Hanni dan Jimmy dan menyatukan tangan merek dalam genggamannya) " Dengarkan aku , aku berdo'a semoga kalian hidup bahagia selamanya dan rumah tangga kalian di berkahi keturunan yang lucu-lucu dan hidup rukun selamanya dan ingat pesanku ya tetaplah saling mencintai sehidup semati. Dan kau (menunjuk Jimmy) jangan kau sakiti wanita mu ini atau kau akan menyesal dan kehilangan dia paham ??? " Tegasnya. Sementara Jimmy yang di tunjuk hanya bisa mengangguk meskipun binggung dengan detak jantung yang semakin bergemuruh. Ketika Hanni akan berbicara untuk menjelaskan kesalapahaman nenek. "Dan kau jangan bertindak gegabah , lihat dia (menunjuk Jimmy) lihat dia begitu mencintaimu !! lihat lah tatapan mata itu" ( Dengan tersenyum dan mata yang berbinar menjelaskan kepada Hanni) mendengar sang nenek berbicara seperti itu spontan Hanni menatap mata Jimmy. tanpa mereka sadari mereka saling bertatapan begitu lama. dan tidak menyadari kepergian sang nenek. Tiba-tiba.... "Permisi tuan dan nona saya mau mengambil sayur ini!! Bisakah kalian geser sedikit??" ujar pelanggan lainnya. Mereka barulah tersadar "Kenapa mereka berdua saling memandang disini. seharusnya dirumah mereka bisa memadu kasih juga. Malah di tempat umum dasar pasang muda zaman sekarang tidak tau tempat." Gerutu ibu-ibu julit. * Mereka baru menyadari posisi merek sekarang dengan keadaan yang begitu intim dengan tangan yang saling tertaut. (Tiba-tiba segera melepaskannya dengan keadaan mereka yang sedikit Canggung. "Ehkshh ... " Mereka berusaha untuk mengembalikan situasi tenggorokan mereka yang terasa kering. tiba-tiba tenggorokan mereka terasa kering. " Owkhh... tuan seperti belanjanya sudah lengkap. mari kita pulang" ujar Hanni. "Akh... baiklah mari kita pulang" ujar Jimmy. Berusaha terlihat biasa saja dan tidak terlihat canggung meskipun sebenarnya mereka begitu malu dan canggung. * Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan pergerakan mereka. " Apa apa an ini , mereka berbelanja kebutuhan dapur??? apa jangan-jangan mereka tinggal satu rumah?? aishh.. sial!! Apa yang mereka lakukan bermesraan di tempat umum seperti ini??? tidak.. tidak ... mereka tidak mungkin sepasang kekasih. ya ini hanya kebetulan iya benar kebetulan.. Hanni hanya milik ku kau tidak akan bisa melupakan ku Hanni " Ujar Yoga kesal.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN