*
Meskipun terasa canggung mereka tetap berusaha terlihat biasa saja . Selama perjalanan Hanni hanya fokus melihat ke layar hp nya meskipun dia hanya mengscroll halaman media sosialnya tak jelas. Sementara Jimmy berusaha fokus untuk menyetir meskipun hati nya sedikit gelisah dan detak jantung mereka yang sudah tidak karuan. Kejadian tadi selalu berkelana di pikiran mereka. Rasanya meraka ingin menghilang saja karna merasa malu. Beberapa menit kemudian..
"Baiklah Hanni sudah sampai" Ujar Jimmy.
"Owhkk... iya tuan. terima kasih" Tersadar dari lamunannya.
Hanni segera turun dari mobil dan bergegas mengambil barang-barang nya dan mengucapkan terima kasih kepada Jimmy. Segera berbalik menuju rumahnya dan jimmy pun segera melajukan mobilnya.
*
Dirumah Hanni.
"Aishh.... Hufttt... Sesegera mungkin menutup pintu rumah dan Menyentuh dadanya yang bergemuruh.. Hanni kau kenapa??? tenang Hanni..." Berusaha untuk menenangkan hatinya dan tiba-tiba terukir senyuman manis di bibir Hanni.
" aakkk...aaakkk.. hehehhwhh" Berteriak dan tertawa malu-malu dan salting mengingat kejadian tadi. Hanni berlari-lari kecil di rumahnya dia dalam suasana senang malam ini. Rasanya ingin terbang tinggi saja. perasaan nya seperti digerogoti kupu-kupu.
Di saat Hanni tersenyum sendiri..
*
Dimobil hal yang sama juga di rasakan Jimmy. Tiba-tiba dia merasa seakan melayang. dan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dia sangat senang. Jimmy terlihat seperti remaja yang baru saja merasa jatuh cinta.
" Aihh.. Jimmy kau kenapa bodoh sekali ayo nyatakan perasaanmu atau kau akan menyesal. Nanti dia malah di ambil pria lain dan kau keduluan lagi . Tidak ..tidak aku akan segera menyatakan perasaan ku selama ini" Ujar Jimmy gelisah.
Sedang asik dalam lamunan dan ocehannya sendiri mata Jimmy menangkap sesuatu...
"Owkhhh... ini kan ponsel Hanni?? aishh... kenapa dia bisa meninggalkannya, dasar wanita ini (sembari tersenyum melihat keteledoran sang puan) Baiklah Jim sekarang mari putar balik hitung-hitung melihat pujaan hati sebelum tidur. heheheh (girang dan modusnya)
*
Tok...tok..tokk
"Ehh... (melihat jam dinding rumahnya) Siapa yang datang ya?? Tunggu sebentar" Ujar Hanni sembari berjalan membuka kan pintu rumahnya.
Ceklek...
Kaget..
"Owhkk..." Ujar Hanni terkejut
" Hai... selamat malam " senyumnya
" Aa.. aapa yang kau lakukan disini???" Ujar Hanni takut
"Sayang apa maksud mu tentu saja aku berkunjung kerumah ke kasih ku apalagi!!! " tegas dan seringainya.
" Yak.. kita sudah putus!! ingat kau bukan kekasih ku lagi. kita tidak punya hubungan apa-apa" Ujar Hanni
" Tidak .. kau masih kekasih ku sampai kapan pun kau kekasih ku" Tegas dan memaksa.
"hufttt... Kau sudah selingkuh dari ku . jadi hubungan kita berakhir kau jangan gila." Tegas Hanni
"Tidak sayang kau bicara apa" Mendekat dan berusaha untuk merayu saat akan menyentuh wajah Hanni.
" Jangan berani kau menyentuh ku brengsek..." Menepis tangan Yoga kasar.
Geram dengan tindakkan Yoga sang mantan kekasih dan ingin menutup pintu.
Tiba-tiba pria itu segera menahan pintu dan menerobos masuk kerumah Hanni dan dengan sesegera mungkin menarik tangan Hanni ke kamar dan mendorong Hanni kasur nya. Pria itu dengan segera mengunci pintu kamar Hanni. Dengan rasa takut Hanni berusaha untuk menghindar sehingga terjadilah pertikaian hebat disana.
" b******k apa yang akan kau lakukan" Ujar Hanni ketakutan
" Sayang jangan menguji kesabaran ku??? kemari lah aku merindukan mu aku ingin memeluk mu??" Ujar Yoga selembut mungkin meskipun berusaha untuk mengontrol emosinya yang sudah bergejolak. ketika Hanni sudah berada didalam kungkungan pria itu. dengan pandangan yang sudah mengelap pria itu berusaha mengecup bibir Hanni.
"Kau gila .. aku tidak mau.. pergi dari rumah kuuuu .... Atau aku akan teriak.(air mata nya sudah jatuh berderai dan di iringi tubuh yang gemetar takut, dan tetap berusaha menghindar)
"Sayang kemari lah aku ingin memadu kasih dengan mu . Aku ingin mencicipi tubuh indah mu juga..(membelai pipi mulus Hanni) berhenti melawan sayang.. (sembari berusaha menahan tangan Hanni yang berusaha untuk melepaskan diri, tiba-tiba tatapan nya semula lunak berubah menjadi garang karna mengingat kejadian Hanni dan Jimmy di mall) Kauu ... (Geramnya) aku ingin kau Hanni ...aku ingin memiliki mu seutuhnya. tidak ada seorang pria pun yang bisa memiliki mu selain aku. kau ingat... Akishhh....aakkkk... ( kesal dan frustasi) Hanni semudah itu kau memberi tubuh mu pada pria b******k itu dan kenapa pada ku kau seperti ini. (berusaha menyentuh Hanni tetapi Hanni tetap menghindar)
"Menjauh dari ku brengsek.(Menangis terisak dan ketakutan) tolong...tolong...
hiks.,hikss.. siapa pun tolong aku... hiks .... hiks.."
" Berteriak lah yang keras sayang (senyum menakutkan) tidak ada seorang pun yang bisa menolong mu.. hahahah ..." Berusaha mencium Hanni
" Lepaskan aku..." Berusaha menjauhkan wajahnya.
Tiba-tiba....
Plak..plak...
"Beraninya kau wanita jalang..berhenti sok suci kau tidak ada ubahnya dengan sally. kalian sama" Geramnya.
Hanni yang di tampar tiba-tiba pun seketika terdiam dan membisu dengan air mata yang terurai ia merutuki dirinya.
Melihat kesempatan itu Yoga dengan segera mencumbu Hanni. Hanni yang sudah tidak bertenaga hanya bisa pasrah melawan pun percuma karna tenaga nya sudah tidak ada untuk melawan pria itu.
Melihat tidak ada perlawanan dari Hanni lagi pria itu sedikit menyungingkan senyum smirk nya .Puas di wajah Hanni. Tangan nya menjalar kelekuk tubuh Hanni. Dan bibirnya berpindah ke leher Hanni. Hanni merasa dunianya akan hancur saat ini juga. Dia merasa tidak ada memiliki harga diri lagi. Tubuhnya sudah di nikmati oleh pria b******n itu. Seketika malam ini menjadi malam yang menyakitkan untuk Hanni. Hal yang di jaganya selama ini akan direnggut oleh pria b******k yang sudah membuat goresan luka dihatinya sekarang bukan hanya dihatinya. Tetapi di tubuhnya juga. Dengan air mata yang masih terurai ia hanya bisa meratapi nasibnya.
Sementara pria b******n ini sudah di selimuti nafsu yang tak bisa ia kontrol lagi dan akal sehatnya sudah hilang. Hanni tidak menyangka pria yang selama ini ia cintai dan yang ia kenal baik dan terhormat tidak lain itu semua hany kedok saja. Malaikat yang dilihat Hanni selama ini di diri pria itu tak lain adalah iblis yang menjelma untuk memperdaya manusia.
"Hiks...hiks...hikss..(Tangis lirih Wanita itu) Aa...yah, .. Ii..ibuu... Maaf kan Hanni"
sembari melihat langit-langit kamarnya berharap ada yang menyelamatkannya malam ini.
Tangan pria itu sudah menyentuh kancing baju kemeja hanni bagian atas. dan ia membukanya dengan jari lentiknya. satu persatu dibuka bergantian dua kancing kemeja bagian atas sudah terbuka dan kancing kemeja ketiga dibuka nampak lah aset berharga Hanni.
" Sayang... seperti ini yang aku inginkan kau hanya perlu menikmati nya saja...(senyum smirknya) sayang jangan menangis mari kita nikmati malam panjang ini ya" sembari menghapus air mata Hanni di pipi mulusnya.
"Hiks...hiks... (dengan tatapan memohon dan terlukanya) Tuhan tolong aku ... (lirihnya dalam hati) Jangan sentuh aku... aku mohon..." tatapan memohon dan sayunya.