Penyelamat

707 Kata
BRUUKK... "b******n sialan. apa yang kau lakukan, (sembari menendang lelaki itu dan mengahajarnya membabi buta)" Menangis ketakutan dengan tatapan kosongnya. isakan pilu terdengar dari bibir perempuan tak berdaya itu. BRuukk .. bruk.. bruukk.. tidak henti-hentinya menghajar lelaki itu. Hingga lelaki tersebut terkapar tak berdaya. Mengalihkan pandangannya ke arah Hanni. Hanni ( berlari ke arah Hanni) Hanni kamu tidak apa-apakan?? Sang puan tidak menjawab hanya menangis ketakutan dengan pandangan mata yang kosong. Melihat pakaian Hanni yang sedikit terbuka dan segera membuka jas segera menutupi tubuh Hanni. Hanni lihat aku, Kau aman sekarang. Aku disini jangan cemas Hanni. Hanni kau mendengar ku. (Hingga sang puan tak sadarkan diri) Hanni... Hanni bangun.. Han... Aikshh.... Dengan wajah khawatirnya Jimmy mengendong Hanni dan membawanya pergi dari rumah itu. Dengan kesal Ia menghantam wajah pria b***t itu dengan kaki nya. Brengsek enyah kau dari depan mata ku. jika kau berani muncul di depan Hanni atau aku. Akan ku bunuh kau sialan.. (Kesalnya) Rumah Orang Tua Jimmy "Astaga Jimmy dia kenapa??" Cercah ibu Jimmy. "Ibu bantu aku telponkan dokter" Jimmy Segera belari menelpon dokter dan Jimmy membawa Hanni ke kamarnya. Kamar Jimmy "Dokter sebelah sini, segera periksa dia." Cemas Ibu Jimmy. Dokter memeriksa Hanni. Jimmy dan ibunya melihat dengan perasan khawatir. "Dia hanya syok jadi tidak usah terlalu khawatir, dan ada beberapa luka kecil di tubuhnya seperti kekerasaan??" Dokter melihat kearah Jimmy dan menepuk pundak nya. "Luka kecil ini akan lekas sembuh, jangan khawatir.. (Diam Sejenak dan Jimmy mengangguk dengan pandangan mata tak lepas dari sang puan begitu pun ibu Jimmy ) Jim... (Dokter melanjutkan ) Apa yang terjadi padanya? apa dia korban pelecehan?? DEG ... (ibu Jimmy terkejut mendengar pernyataan dokter) Jimmy .. (lirih Ibu) dengan pandangan beralih pada anak nya. "Hmmm... Iya dokter... dengan perasaaan tak karuan " Jim... jangan bilang kau.. kau yang melakukan ini?? (Cercah ibu Jimmy dan Jimmy pun syok mendengar ucapan ibunya) Ibu tidak percaya anak ibu menjadi seperti ini hiks ... hiks ... tidak kau bukan pria yang seperti ini sebelumnya. (Panik) Ti...tidak... Jimmy kau harus bertanggung jawab, kau harus segera menikahinya (Jimmy terkejut mendengar pernyataan ibu nya) Ibu dengar kan aku (menyentuh lengan ibunya) .. ibu dengarkan aku. bukan aku,.. (Ibu Jimmy merasa lega mendengarnya dan langsung terduduk disisi kasur yang di tiduri Hanni) "Siapa yang tega melakukan ini padamu nak?? menyentuh dahi Hanni " Dengan pandangan iba nya. "Baiklah Jimmy , mungkin setelah sadar nanti dia akan syok jadi pelan-pelan saja menghadapinya ya, Aku sarankan nyonya lebih anda yang menemaninya" Saran dokter. "Baik dokter, kami mengerti terima kasih" ibu jimmy. "Jim... bisa kau ceritakan semuanya pada ibu" lirihnya. "Diluar saja bu, biarkan Hanni istirahat " Berlalu meninggalkan kamar. Ruang Tamu "Jim kau bisa cerita pada ibu apa yang terjadi semuanya jangan ada yang terlewat kan". (dan akhirnya Jimmy menceritakan semuanya) Ibu tidak habis pikir ada ya seorang pria yang seperti itu di dunia ini dan satu hal yang pasti kita tidak bisa percaya pada siapa pun kecuali diri kita sendiri. jimmy mengangguk menyetujui ucapan ibu. #Apartemen Ahhhhhh..... "brengsek.. kenapa bisa ketauan segala. lihat saja kau akan menjadi milik ku lagi Hanni". (Yoga) dengan wajah kasar dan bringas nya. "Aku menyesal sayang ... hiks..hiks..aku merindukan mu, aaa...aku ingin kau menjadi milik ku lagi dan sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan mu. aku berjanji. Tapi maaf aku tak bisa melepaskan kalian berdua, aku mencintaimu Hanni tapi aku butuh Sally. Kalian berdua penting bagiku dan aku berjanji akan adil pada kalian berdua" Gumamnya dan menunjukkan senyum yang tidak bisa diartikan. # Rumah Ortu Jimmy "Selamat pagi sayang, kau sudah bagun nak?? mari ibu bantu duduk." tersenyum ramah dan memperlihatkan ketulusan sang ibu. Hanni hanya menatap binggung. Sembari memperhatikan wanita paruh baya itu yang sibuk menandar mandir. "Nyonya... (memberanikan diri untuk bertanya) nyonya siapa?? dimana ini????" ujar Hanni. tersenyum lembut "Ahh.. saya ibu jimmy, sekarang kamu sedang di rumah ku. kamu tidak perlu takut nak." tersenyum lembut. Seketika teringat dengan kejadian menakutkan semalam. dengan wajah yang ketakutan serta air mata yang berlinang perempuan itu menangis terseduh2 sambil memeluk tubuhnya sendiri. "hiks... hiks...hiks.." " Hay nak kenapa??? (memeluk Hanni) kau aman sekarang, jangan takut." memeluk dengan prihatin. Sementara seorang pria berdiri dibalik pintu kamar sembari mendengarkan sang puan menangis pilu. "Hanni aku berjanji akan akan melindungi mu" Ujar Jimmy
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN