Bismillahirrahmanirrahim ...
"Ketika kamu jatuh cinta, segeralah bangun. Karena jatuh sakit. Lebih baik kamu membangun cinta, atas restu-Nya."
| Cinta Aisyah |
IG: @ aliyanatasya25
Selamat Membaca!
Pagi ini, Sekolah SMA Negeri 1 Jakarta akan mengadakan acara Wisuda. Semua wali murid diundang oleh kepala sekolah. Setelah acara study tour yang diadakan dua hari yang lalu, Sekolah juga mengadakan wisuda.
Aisyah usai sholat subuh, ia siap untuk merias dirinya. Memakai baju kebaya syar'i yang terlihat anggun, dengan warna baby pink dipadukan dengan warna hitam sebagai ikat pinggangnya, dan kerudung syar'i berwarna Pink. Terlihat cantik sekali dan anggun. Make upnya tidak terlalu tebal, karena Aisyah tau didalam agama Islam tidak diperbolehkan untuk bertabarruj. Allah melarang wanita untuk bertabarruj yang berlebihan.
روى ابن أبي نجيح عن مجاهد ولا تبرجن تبرج الجاهلية الأولى قال كانت المرأة تتمشى بين أيدي القوم فذلك تبرج الجاهلية
Ibnu Abu Najih meriwayatkan dari Mujahid, "Janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu ..." Dia (Mujahid) berkata, "Wanita dahulu berjalan-jalan di hadapan kaum (laki-laki). Itulah tabarruj Jahiliyah. "
Jam sudah menunjukkan pukul 06:30, acara wisuda akan dimulai setengah jam lagi, itu artinya jam 07:00 acara segera dimulai. Aisyah akan segera pergi ke halaman sekolah bersama ayah dan bundanya.
"Ayah, Bunda, ayo cepet nanti aku telat." Aisyah.
"Iya sayang, sebentar ini bunda sama ayah mau turun." Sahut Bunda.
Sesampainya ayah dan bunda dilantai bawah, mereka segera pergi menaiki mobilisasi. Setelah mobil mereka keluar dari rumah pekarangan, dan melaju dengan kecepatan sedang. Jakarta memang selalu macet setiap harinya. Namun, beruntungnya hari ini tidak terlalu macet. Biasanya macet itu dimalam hari. Dan sekarang masih terlalu pagi, jadi orang-orang belum terlalu ramai dalam menggunakan kendaraannya.
Kini Aisyah dan kedua orangtuanya sudah sampai di halaman sekolah.
Sesampainya dihalaman sekolah, Aisyah bertemu dengan Amel sahabatnya itu.
"Maa syaa Allah, Aisyah sumpah kamu cantik banget hari ini." Ujar Amelia.
"Oh jadi aku cantiknya hari ini aja nih?" Goda Aisyah.
"Yaa nggak. Kamu cantik setiap saat kok Syah." Sahut Amelia dengan diiringi Tawanya.
"Ihh lebay banget sih Mel. Aku cuma bercanda aja kok." Ujar Aisyah lanjut diiringi tawa mereka.
"Yaudah yuk kita ke kursi yang sudah disiapkan. Ohhiya, bunda sama Ayah duduknya disebelah sana yah." Lanjut Aisyah yang diangguki Amel dan kedua orangtuanya.
Acara akan segara dimulai, tapi sebelum acara dimulai, MCnya memberikan intruksi agar seluruh siswa dan siswi untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
"Dimohon untuk para Siswa dan Siswi untuk berdiri dan menyanyikan Lagu kebangsaan Indonesia Raya." Suara MC.
Semua siswa dan siswi sudah terlihat di depan kursi mereka masing-masing. Suara nyanyian bergema ke seluruh penjuru ruangan.
Dengan khidmat seluruh murid menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya.
Setelah selesai, kemudian semuanya duduk kembali.
"Baik. Saya selaku MC akan segera membacakan urutan acara selanjutnya." Ujar MC.
"Untuk acara selanjutnya, mari kita ucapkan bismillah untuk membuka acara ini agar diberikan." Bismillahirrahmanirrahim. "
"Bismilahrrahmanirrahim."
"Alhamdulillah acara sudah kita buka, untuk acara selanjutnya, kita akan memberikan Piagam Penghargaan untuk siswa dan siswi berprestasi."
"Untuk juara ketiga yang diberikan kepada Anzelia Ihda. Silahkan namanya yang disebut maju kedepan. Untuk juara kedua yang diberikan kepada Amelia Putri Kusuma. Silahkan maju kedepan."
Amel yang mendengar namanya disebut ia merasa senang sekali, begitu dengan Aisyah, Turut bahagia terhadap sahabatnya itu.
"Selamat ya Amelia Putri Kusuma." Ucap Aisyah sembari menerapkan Amel.
"Makasih yah Syah, aku kedepan dulu yah." Ucap Amel yang diangguki oleh Aisyah.
"Dan untuk juara pertama diberikan kepada ..." MC yang memberi jeda agar semua merasa tegang.
“Juara pertama akan diberikan kepada AISYAH ASSAFINA AZZAHRA.” Ucap menyanyikan MC dengan menekan nama Aisyah.
Sedangkan nama yang disebut tadi, merasa kaget. Aisyah tidak menyangka jika ia mendapatkan juara 1 itu.
"Selamat untuk Aisyah. Dan silahkan maju kedepan." MC
Aisyah melirik ke arah ayah bundanya yang memberikan senyumnya kepada kedua orangtuanya. Lalu, Senyumnya dibalas oleh mereka. Senyum yang bahagia sekaligus bangga memiliki anak secerdas Aisyah. Bunda menangis, tangis bukan karena sedih. Tapi tangis itu tangis kebahagiaan.
"Selamat untuk para juara. Semoga kalian bisa mendapatkan kampus terbaik untuk melanjutkan sekolah kalian." Ujar MC setelah kepala sekolah memberikan Piagam penghargaan.
Aisyah berdiri bersama kedua belah pihak Amel dan Anzeli.
Mereka terlihat bahagia, sekaligus Bangga. Dengan senyum mereka.
***
Jika kamu mencintai sesuatu, cobalahlah kamu menyertakan Allah. Karena Dialah yang mempunyai cinta tersebut. Dan berharaplah kepada Allah, karena Dialah yang selalu memberikan kepastian yang Nyata.
Jika Allah sudah menyatakan "kun fayyakun." Maka terjadilah.
Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika Allah sudah berkata "kun fayyakun". Semuanya akan terjadi atas kehendak-Nya.
Kamu mencintai seseorang, itu sudah Allah gariskan. Kepada siapa kamu mencintai seseorang. Namun,
Allah bisa saja mencabut cinta itu.
Kamu boleh jatuh cinta. Tapi alangkah baik kamu membangun cinta. Cinta atas dasar Allah Ta'ala. Cinta yang direstui oleh-Nya, juga diridhoi oleh-Nya.
Seperti saat ini yang Almeer rasakan adalah jatuh cinta kepada Seseorang yang baru bertemu saat acara kemarin di museum bogor.
Entah apa yang Almeer rasakan, saat pertama kali ia melihat wanita itu, Almeer sudah langsung memiliki perasaan kepadanya. Bukan hanya itu, Almeer yang sebelumnya tidak pernah mencintai seorang wanita ibunya ibunya, kini ia merasakan apa yang semua orang rasakan yaitu jatuh cinta.
Almeer tidak bisa mengelak, bahwa benar dia telah mencintai yang bahkan namanya saja belum ia ketahui. Tapi, ia tau wanita itu sekolah di SMAN 1 Jakarta. Sejak pertemuan pertama dengan wanita itu, setiap hampir hari ia membahas wanita itu. Almeer selalu membayangkan wajah cantik dan mungilnya.
"Kak Almeer dipanggil sama Umi." Tiba-tiba adik Almeer, Asyifa masuk kedalam kamar tidur.
Almeer memiliki adik bernama Asyifa. Asyifa berumur 12 tahun, masih sekolah kelas 1 smp.
"Iyaa de. Nanti kakak kebawah." Ujarnya.
Setelah Asyifa keluar kamar, Almeer langsung menuruni anak tangga. Lalu, menghampiri Umi dan Abinya. Almeer menebak bahwa Umi dan Abinya ini ingin membicarakan bagaimana kelanjutan sekolahnya.
"Umi Abi. Kenapa panggil Almeer?" Tanyanya.
"Sini Meer, duduk di samping Abi. Ada hal yang mau Abi tanyakan dan sampaikan."
"Iya bi. Ada apa?"
"Jadi gimana Meer kamu mau lanjut sekolah dimana?" Tanya Abi langsung ke intinya.
"Almeer sih pengennya Kuliah di Al Azhar bi. Tapi kalo Abi sama Umi barangkali." Ucap Almeer
"Umi sama Abi sih setuju saja Lebih baik, tapi apa sebaiknya kamu kuliah di indonesia saja. Biar kamu juga tidak terlalu jauh." Ucap Abi.
"Iyah sih bi. Tapi biar Almeer mulai lagi nanti bi." Ujar Almeer.
"Iya sudah kalau begitu. Abi hanya ingin memberi saran agar kamu kuliah disini saja Meer."
"Iyah Bi."
"Ohhiya nak, Abi sama Umi ingin menjodohkan kamu dengan anak sahabat Abi. Apa kamu mau nak?" Tanya abi.
"Almeer baru aja lulus bi, nanti aja kalau masalah jodoh mah. Almeer hanya ingin fokus sama kuliah Almeer dulu bi. Almeer bukannya tidak mau dijodohkan, Almeer yakin pilihan Abi yang terbaik tapi untuk saat ini tidak bi." Ucap Almeer.
"Iya sudah Abi hanya menyampaikan itu saja. Bagus anak abi ingin kuliah dulu. Nikah mah bisa kapan-kapan yah." Ucap abi sembari tertawa kecil.
"Iyaa bi. Lagian Abi ada angin apa sih ingin menjodohkan Almeer?"
"Gpp abi hanya menawarkan kamu saja. Apa kamu mau menikah muda atau Tidak." Abi.
"Ya allah abi, nanti aja nikah mah kalau aku udah lulus kuliah." Ucap Almeer.
"Iya sudah kalo gitu, abi mau ke kamar dulu." Kata abi lalu diangguki oleh Almeer dan meninggalkan ruang tamu.
***
Siapapun kamu yang nantinya akan menjadi penyempurna agamaku, semoga kamu yang Allah pilihkan untukku. Aku berharap kita akan dipersatukan didunia maupun diakhirat nanti. Dan semoga kamu wanita salihah yang akan menjadi makmumku. Aku tak menuntut kamu sempurna, tapi cukup membuatku nyaman dan bertahan. Agar aku selalu bersamamu. Semoga kamu juga selalu menantikan kehadiranku.
Almeer Ar Rasyidul Irsyad❤
Almeer ketakutan sebuah surat yang dituliskan olehnya untuk calon makmumnya. Lalu, diselipkan di buku hariannya.
Semoga suatu saat nanti akan ada seseorang yang mendampingi hidupnya. Almeer tidak berharap memilik pendamping hidup yang sempurna. Karena Manusia itu tidak sempurna kecuali mereka ingin memperbaiki kekurangan yang mereka miliki.
***