Ada sesuatu yang merasa tercerabut dari tempatnya, dipaksa, berlerai, sesuatu yang menyakitkan kembali dirasakan Axel. Saat Bimo pergi melambaikan dengan senyum yang masih tersisa di sudut bibirnya. Kenapa perasaan seperti berulang dirasakan setiap bertemu Bimo lalu berpisah, sesuatu yang menyusup ke dalam hatinya menorehkan rasa perih. Axel memalingkan muka, menahan derai air mata yang mendesak kian banyak. Axel turun dari ranjang, sakit yang sengaja diundangnya sekadar menghindari interaksi dengan Tante Ira telah membuatnya kehilangan waktu untuk menatap wajah Bimo, wajah yang selalu dirindukannya. Kalau Axel tak menjaga diri, rasanya tadi saat Bimo ada di kamarnya, dia ingin memeluk tubuh itu untuk waktu yang lama. Tapi, ada perintah dalam pikirannya untuk tak melakukan sesuatu yan

