Mereka pergi ke supermarket di jalan Dago. Supermarket yang cukup besar. Cuaca siang itu sangat enak untuk dipakai jalan-jalan. Nila memborong semua es krim kesukaannya, buat stok katanya. Memalukan saja, Nila malah nyengir enggak peduli. Axel menarik tangan Nila. "Jangan kalap begitu, dong." "Enggak, Teh. Cuman beberapa cup kok. Ada tiga varian. Strawbery, vanila dan cokelat." "Iya, iya terserah. Tapi, jangan bikin Teteh malu." "Malu apaan sih. Lha yang mau traktir dia kan?" Memang Nila agak mengeyel kalau dibilangi. "Sudah. Segitu saja." "Iya, iya. Bawel." "Ini ibu-ibu arisan pada ngobrolin apa sih?" Tiba-tiba Rian nongol di antara mereka. Axel merasa tidak enak, troli sudah penuh dengan makanan. "Rian, pulang, yuk!" ajak Axel. "Masih

