Setibanya di Bandung, Daniel segera memanggil dr. Wim, untuk memeriksa keadaan Axel. Meski Axel menolak dan mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Daniel merasa lebih tenang kalau Axel diperiksa terlebih dahulu. "Dia sepertinya kecapaian. Sudah aku resepkan obat demam dan vitamin. Sekiranya sakitnya berlanjut, nanti panggil aku lagi." "Ok. Terima kasih dokter." Daniel mengantar dr. Wim sampai teras depan. Axel masih tertidur pulas. Rian sudah balik ke rumahnya. Daniel akan menghabiskan waktu barang satu dua hari untuk menjaga Axel. Diselimuti tubuh Axel. Sedewasa apa pun anaknya, Daniel selalu merasa Axel adalah anak kecil yang selalu butuh perlindungan. "Axel," panggil Daniel. Axel tak menjawab. Masih tertidur pulas. Demamnya sudah turun. Daniel hendak meninggalkan Axel, untuk

