Setelah berpikir dan mempertimbangkan, Bimo tak akan langsung memberitahu Bunda kalau ia tak bisa pulang secepatnya. Lebih baik Rara yang menyampaikan. Kalau ia langsung menelepon Bunda, yang ada nanti banyak pertanyaan dan ia tak bisa menjawab. Akhirnya, Bimo segera menelepon Rara. “Assalamualaikum,” sapa Bimo. “Wa’alaikumsalam, Bim. Masih di Bandung?” tanya Rara. “ Iya, Kak. Kayaknya aku pulangnya besok. Bisa titip pesan sama Bunda?” tanya Bimo. “Kenapa Bim?” “Aku sepertinya tidak bisa pulang sekarang, Kak. Axel pingsan.” “Ya, ampun. Kenapa Bim?" “Aku memberitahunya tentang rencanaku untuk menikahi Ira.” Rara terdiam. Membayangkan rasa sakit yang diterima oleh Axel. Anak itu kehilangan sosok ibu sejak kecil sementara ia kehilangan sosok ayah sejak kecil, tentu sangat berat

