Bimo tak terasa tertidur di atas sofa. Sampai Daniel kembali membawa semangkuk bubur. Daniel tak berani membangunkan Bimo. Perlahan setengah berbisik memanggil Axel agar bangun. “Xel, bangun.” Ditepuknya pipi Axel. Anak itu tidur terus, setelah dikasih obat yang diresepkan dr. Wim. Apa ada obat tidurnya? Daniel teringat perkataan dr. Wim kalau tak sembuh, Axel disarankan konsultasi ke psikiater, apakah Axel mengalami gangguan cemas dan ketakutan? “Axel, bangun Nak,” bisik Daniel di telinga Axel. Axel menggeliat. Terbangun dan duduk dengan menyandarkan tubuhnya ke dinding, Daniel menyangga tubuh Axel dengan beberapa bantal. Suap demi suap bubur masuk ke mulut Axel. Mata Axel menangkap tubuh Bimo yang tengah tertidur di atas sofa. Menatap wajah Bimo memberi ketenangan unt

