Setelah sebelumnya Axel berusaha berdamai dengan keadaan, lalu mencoba mengikhlaskan, maka hal terakhir dan paling menyakitkan adalah mencoba melepaskan. Ketika kita kehilangan seseorang bukan hanya orangnya yang kita tangisi sebenarnya, tetapi kenangan yang terus berkelindan, ia abadi dalam ingatan. Omnya hadir di setiap ruang dan waktu. Dengan cara apa Axel harus melupakan, menghapus atau melepaskan? Semua tersimpan dalam memori. Makanya, Axel tidak berani pulang ke Lembang, di setiap sudut tempat, Axel hanya melihat kenangan manis dengan omnya. Kenangan yang tidak mungkin terhapus begitu saja. Butuh waktu yang cukup lama. Bimo sudah menjadi bagian hidupnya sedari dia kecil. Setelah seharian tidur, Axel terbangun menjelang malam. Rasa pening di kepala juga hidung ters

