Axel cukup lama berada di supermarket itu. SMS dari Bimo belum dibalas. Pasti ia resah, Axel pun tak kalah resah. Seseorang di meja depan tengah memperhatikannya, sepasang mata yang tajam. Axel tak menyadari karena pikirannya terus tertuju pada Bimo. Rasa ingin melupakan apa pun tentang omnya terus mendesak, tetapi semakin berusaha melupakan, Axel semakin tersiksa. Akhirnya dibalas SMS Bimo. "Om, Axel baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir." SMS terkirim. Segera ada balasan, begitu cepat, Axel terdiam. "Akhirnya, kamu balas juga SMS Om. Terima kasih. Ok, jaga kesehatanmu," tulis Bimo. Axel menutup handphone tanpa membalas kembali SMS dari omnya, rasa sakit yang seakan menoreh hati itu lekang melukai. Axel menatap ke depan, matanya beradu dengan sepasang ma

