Pantang Menyerah

1537 Kata

Sepanjang malam Bimo tak bisa tidur, pikirannya tertuju pada Axel, takut terjadi apa-apa. Malam sudah larut, mata Bimo tak bisa terpejam, mau menelepon lagi ke Lembang, takut malah mengganggu. Sebenarnya, hanya ingin memastikan, apakah semua baik-baik saja. Mengingat Axel menghubunginya berkali-kali. Mendekati Subuh, baru Bimo dapat memejamkan mata.   “Om, Axel kangen.” Pagi-pagi sekali sebuah SMS masuk, nada deringnya yang nyaring membangunkan Bimo. Bimo tertegun, hatinya bergemuruh. Kenapa sekarang perasaannya menjadi lain. Kalimatnya padahal biasa, hal yang sering Axel lakukan. Kali ini yang terasa ada perasaan ganjil menjalari hatinya.     Bimo langsung menghubungi Axel lewat telepon genggamnya. “Ya, Axel. Kenapa?” balas Bimo.    “Kapan, Om. Pulang?” Bimo terdiam tak segera menjaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN