Kabar tentang kondisi Axel tentu jadi pikiran buat Bimo. Terakhir Daniel mengatakan Axel banyak melamun dan sering menangis. Kalau seandainya memungkinkan pergi saat ini, ingin rasanya Bimo pergi sekarang menemui Axel. Bertanya tentang perasaannya juga kesedihannya. Tapi, saat ini tidak mungkin Bimo lakukan, jika ia memaksa pergi maka Bunda akan cemas sekali. Bimo hanya bisa bicara lewat handphone saja. Dipijitnya nomor handphone Axel. Tak ada jawaban, nada dering aktif, tetapi tidak diangkat. Bimo mencoba menghubungi berkali-kali. Tapi, sama. Tak ada jawaban. Apa mungkin Axel marah? Tanya hati Bimo. Terakhir Bimo mencoba menelepon Daniel. “Assamualaikum, Dan.” “Wa’alaikumsalam, Bim.” “Kamu, di mana, Dan?" “Lagi di Lembang kenapa, Bim?” “Kukira dekat Axel.” “Enggak, Bim. Tadi

