Lentera-lentera yang menyala tidak mampu mengurangi ketegangan yang terjadi di dalam ruangan pengap nan berbau yang mencolok hidung. Mereka semua terpaku, tidak mampu bersuara saat anggota militer hitam Dallas yang berjaga dengan memutari seisi penjara bawah tanah hanya bisa diam. Mengamati dengan ekspresi meringis yang tidak mampu ditahan-tahan lagi. Jenderal terengah-engah. Mengepalkan tangan saat dia mencengkram terlalu erat tombak runcing yang menyilaukan mata. Bagian mengerikan ada di ujung tombak. Begitu tajam. Mampu membunuh sekali tusukan dan mengoyak kulit serta daging manusia biasa. Komandan Gildan memalingkan muka. Memandang nanar pada Sang Jenderal yang meledak-ledak tak terkendali saat ini. Sungguh, Jenderal dalam mode siaga seperti ini benar-benar menakutkan. Tidak ada si

