60

4364 Kata

Kekalapan Letnan Edsel dalam kelembutan Green Ariana hingga malam penuh hasrat itu nyatanya hampir—hampir membuatnya kehilangan gadis itu dalam genggaman tangannya. Atau mungkin selamanya. Yang membuat Letnan Edsel begitu kacau, mengutuk dirinya sendiri dengan berbagai kata makian dan mendesis parau merutuki kebodohannya. Sang Jenderal mengangkat alis. Saat dia menangkap ekspresi tak biasa dari Sang Letnan yang biasa datar, kini berubah gusar dan penuh rasa sakit. Panglima Sai yang sejak tadi menerangkan pembangunan Distrik Rose kini mengatupkan bibir, menatap mata biru laut Letnan Edsel yang berubah sendu. "Melakukan kesalahan pada Green Ariana." Tebakan Jenderal membuat Letnan Edsel membuang muka. Dia menarik napas panjang, mencoba mengelak apa yang Jenderal katakan tetapi semua terli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN