"Tidak! Jenderal! Jangan perlakukan aku seperti ini." Karenina menjerit hebat. Berusaha mempengaruhi Jenderal dengan air matanya sendiri saat dia meraung-raung memohon ampun pada Sang Jenderal yang berdiri kaku di depannya. Panglima Sai mendengus bosan. Dia menyuruh algojo untuk menyingkir saat dia melayangkan satu pukulannya pada Karenina untuk membuatnya bungkam. Dia tidak biasanya memukul perempuan, tetapi Karenina adalah pengecualian terbesar dalam hidupnya. Demi bekas luka yang menggores kulitnya dan menjadikannya penanda telak bagi kehidupan di masa depannya. Panglima Sai ingin sekali menghabisi nyawa perempuan iblis ini dengan tangannya sendiri. Letnan Edsel mendesis dengan raut datar. Dia menyela Panglima Sai yang bergegas berjalan ke luar penjara dengan ekspresi gelap luar bia

