“Apakah kita perlu mengadopsi anak?” “Kenapa pertanyaanmu seperti itu, Sayang?” “Aku ingin bisa memberikan cucu untuk Mamah, Al. Dia berharap banyak pada kita. Mungkin kalau kita mengadopsi anak aku bisa segera hamil.” “Sayang, kamu belum hamil karena memang belum waktunya. Bersabarlah dan kita akan mendengar tangisnya nanti.” Al menenggelamkan kepala Erica di dadanya. Sebenarnya bukan itu yang Erica pikirkan, tapi dia lebih memikirkan Nick yang memilih pergi dari keluarganya dan menetap di Amerika. Namun, mengingat perubahan Al yang begitu manis dan sabar terhadapnya, Erica memilih menghilangkan pikiran tentang Nick. Dia hanya perlu fokus pada Al. *** “Aku memang tidur tapi saat kamu tidak ada di sampingku aku te
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


