Malam saat Al menatap wajah Erica yang tertidur pulas di sampingnya tanpa sehelai benang pun. Dia membayangkan kalau dirinya dan Erica memiliki seorang anak yang mewarisi ketampanannya dan kecantikan Erica. Anak yang pintar, lucu dan menggemaskan. Namun, saat bayangan indah itu belum usai tiba-tiba dia teringat Nick. Mempertanyakan kabar kakaknya yang memilih hidup bersama Cassandra yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Kenapa Nick memilih tetap bersama Cassandra dan meninggalkan rumah yang telah menjadi tempat tinggalnya yang nyaman? Ponsel Al berdering. Tertera nama di layar Travis. “Kenapa dia menelponku? Menganggu saja.” gerutu Al. “Al,” Travis berkata seperti orang yang terkena asma. “Papah, Al...” kakaknya berkata dengan nada terb

