34. Lobang yang salah

1913 Kata

"Terima kasih." Bulan mengangguk pelan, dia mengambil satu cup berisi kopi pesanannya. Setelah itu Bulan keluar dari kafe itu. Angin malam menerpa wajah Bulan. Rambutnya ikut tertiup angin. Bulan meminum kopinya lewat sedotan. Langkah kakinya terhenti di tempat. Matanya malah terpaku menatap kejadian di parkiran kafe itu. Satu wanita sedang berdebat sementara satu pria seperti berusaha melindungi wanita hamil di belakangnya. Dari sini, Bulan mendengar samar-samar pembicaraan tiga orang itu. Kaki Bulan perlahan melangkah lebih dekat. "Kamu lebih belain selingkuhan kamu, dari pada aku, Mas?!" hardik satu wanita dihadapan pria itu. Sang pria terlihat mengembuskan napas berat. "Aku jelas belain dia. Takut nantinya kamu bakal bikin dia terluka. Dia lagi hamil anak aku," ucap si pria. Sedang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN