Saat memastikan kalau Lova sudah tertidur, Mirza perlahan mencoba melepaskan diri. Kini, tangannya menggenggam erat tangan Lova, untuk memastikan kalau dirinya tak akan pergi kemana-mana. Tertidur, tapi bukan berarti dia benar-benar bisa tenang. Masih terlihat kerutan di dahinya begitupun ringisan seolah sedang mengalami ketakutan di alam bawah sadarnya. Bahkan Mirza sendiri pun bisa merasakan lewat genggaman Lova yang semakin terasa mengerat di tangannya. "Lov ... aku di sini, jangan takut," bisik Mirza sambil mengelus-elus wajah Lova dengan lembut seolah sedang memeberikan ketenangan. "Aku nggak akan pergi kemana-mana." Di saat itu pint dibuka dari arah luar, membuat fokus Mirza yang tadinya hanya memandangi Lova, kini beralih. "Sore, Pak ..." Sapaan itulah yang didapatkan Mirza d

