BAB : 44

1264 Kata

"Tetap bersamaku dan jangan pergi lagi," ungkap Lova. "Kakak tahu, dengan perginya kamu ... itu sama saja meninggalkan sakit untukku. Aku tahu jika selama ini aku salah padamu, tapi ku mohon jangan lagi meninggalkanku. Aku takut, Kak ... aku butuh kamu," tambahnya terisak. Mirza menghapus air mata Lova. "Mau menerimaku sebagai orang yang bertanggung jawab atas dirimu?" Lova mengangguk cepat saat mendapatkan pertanyaan itu lagi dari Mirza. "Iya, aku mau ... aku mau jadi yang utama bagimu, Kak." Mirza tersenyum mendapat jawaban itu. Pernah menanyakan perihal ini juga, tapi Lova seolah masih ragu memberikan jawaban. Jadi, ia pun tak bisa sepenuhnya berada di sisi Lova karena ia tak punya tanggung jawab penuh untuknya. Mirza menyuapi makanan pada Lova. Ya ... meskipun gadis itu menolak, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN