Windi segera mengejar Lova, tapi baru saja keluar justru ia malah bertabrakan dengan Odit yang hendak masuk. Jadilah, dirinya harus merasakan sakit di bokongnya yang menghantam lantai. "Lo kalau masuk ngasih kode dulu napa," ringisnya sambil mengusap bokongnya yang sakit dan berusaha kembali berdiri. "Ya sorry," balas Odit sambil mengemasi isi kantong kreseknya yang beserakan di lantai. Apalagi kalau bukan beberapa minuman kaleng dan beberapa bungkus snack. "Habisnya, elo keluar tiba-tiba, ya gue kaget dong." Windi menarik kantong belanjaan yang ada di tangan Odit dan meletakkannnya di lantai begitu saja. Kemudian segera menarik lengan sobatnya itu untuk segera pergi. "Ini mau kemana, sih?" tanya Odit bingung. "Noh, Lova kabur," jawabnya sambil menunjuk kearah Lova yang sudah berada

