Berjalan gontai menuju lantai bawah, lebih tepatnya menuju meja makan ... di mana, di sana sudah ada Mirza yang sedang membaca koran. Duduk dan meneguk segelas air mineral yang sudah disiapkan bibik. Masih diam, begitupun dengan Mirza yang seolah tak ingin mengeluarkan kalimat apapun. Bukan tak ingin bicara, hanya saja ia lebih memilih diam daripada perkataannya justru membuat Lova kesal lagi. “Aku minta maaf,” ucap Lova buka suara. Berharap suaminya itu merespon apa yang ia ucapkan, tapi justru dia hanya diam saja seolah tak mendengarkan. “Kak Mirza!” pekiknya. Mendengar itu, barulah Mirza menutup lembaran koran yang ia baca. Kemudian mengarahkan pandangannya pada sang istri. “Apa?” “Kakak nggak dengerin aku, ya?” “Dengar,” jawab Mirza. “Hanya saja aku bingung, kamu minta maaf

