BAB : 53

1414 Kata

“Maksud Kakak apaan, sih?” tanyanya. Tangan Mirza yang barusan memegangi pergelangan tangan Lova, kini berpindah ... menautkan jemarinya dengan jemari istrinya itu dan menggenggam erat. “Ternyata memang berat, seolah ada di depan mata, tapi tidak boleh menggapai. Sudah jadi milikku, kamu malah berasa ku abaikan tanpa memberikan hal yang seharusnya kamu dapatkan dariku. Bagiku, itu juga berat. Bahkan sangat berat. Dihadapkan dengan dirimu tiap hari yang seolah ingin ku lahap, aku benar-benar tersikasa.” Lova diam. Matanya hanya mengerjap-ngerjap memandangi Mirza yang bicara tepat di depannya dan menguasai dirinya. Perlahan, ia menelan salivanya dengan sedikit susah. Tersenyum dengan sedikit berat. “Maksud Kaka?” “Ku kabulkan permintaanmu yang selama beberapa hari ini membuatku galau,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN