BAB : 54

1245 Kata

Sebenarnya ini bukan waktu yang tepat untuk berlibur, tapi tak apalah. Toh, Mirza juga jarang libur. Jadi, saat ada kesempatan walaupun itu hanya sehari, tentu saja tak akan ia sia-siakan. Keduanya sampai kembali di rumah sudah tengah malam. Malah Lova hanya tidur sepanjang perjalanan. Mirza tersenyum menatap wajah istrinya yang tengah tertidur. Berniat membangunkan, tapi malah merasa kasihan. Ya, dia pasti begitu capek. Apalagi besok juga harus sekolah. Turun dari mobil, bibik langsung menghampiri dan membawakan tas milik keduanya. Ia lebih memilih untuk menggendong Lova dari pada harus membangunkan dia. “Maaf, Den ... apa makanannya mau bibik panaskan?” tanya Bibik saat ia hendak menaiki anakan tangga menuju kamar. “Nggak usah, Bik ... kita sudah makan kok tadi,” jawabnya kembal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN