Bian kembali dengan tangan hampa karena tak berhasil mendapatkan Lova dan membawa gadis itu kembali pulang. Ia benar-benar dibuat emosi dengan putri rumah ini. "Maaf, Om ... aku nggak berhasil membawanya pulang," ujar Bian saat sampai di teras, dimana Arnel masih menunggu. "Astaga Lova! Pergi kemana lagi dia?" "Ini salah, Om," balas Bian. "Kenapa kamu malah menyalahkan Om?" "Harusnya dari awal Om langsung saja menikahkanku dengan Lova, bukan malah memperpanjang jadi seperti ini," jelas Bian dengan nada emosi. Arnel menatap tajam kearah Bian. "Memang begitu ... tapi apa salahnya kalau Om membahas ini semua dengan Lova terlebih dahulu. Hubungan macam apa yang bahkan dia enggak kenal dengan calon suaminya sendiri." "Apa Om meragukanku?" "Bukan begitu, Bian. Om sendiri justru percay

