Seorang cowok dengan perawakannya yang tinggi dan rambut cepak. Dia mengumbar senyuman kearah Lova. Sementara Lova sendiri malah memberikan tatapan tajam. "Sayang ... kenalin, ini Bian, anaknya salah satu teman Papa yang kebetulan juga bermukim di sana. Kemarin kondisi Papa agak kurang sehat, jadi dia meminta putranya untuk menemani," jelas Arnel. "Haii ... Lova, aku Bian," ujarnya memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya kearah Lova. Berharap dapat sambutan, tapi sepertinya harapan tak sesuai apa yang ia dapatkan, karena Lova bahkan seolah tak berniat menyambut uluran tangannya. Mengeluarkan sepatah katapun tidak. "Bik!!!!" panggilnya sedikit berteriak. Wanita paruh baya yang tadinya hanya berdiam diri di dekat pintu, segera menghampiri gadis itu. "Iya, Non?" tanya Bibik.

