BAB : 39

1325 Kata

Ditampar oleh seorang cewek, itu seakan membuat harga dirinya sebagai cowok merasa begitu direndahkan. Ingin membalas sebenarnya, tapi masih ia ingat kalau ada Arnel di sini. Hingga niat itu surut dari pemikirannya. Lain kali, jika ini terulang, bisa ia pastikan kalau Lova akan menerima akibatnya. "Kenapa tak membalas? Apa takut karena di sini ada papaku? Dasar banci! Beraninya main belakang," jelas Lova mengeluarkan kata-kata umpatannya pada Bian. Tangan Bian mengepal mendengar semua itu. "Lova!" bentak Arnel mendekati putrinya. "Apa ini yang diajarkan Mirza padamu? Menjadikanmu tak ada rasa sopan santun sedikitpun!" Lova mengalihkan pandangannya dari Bian, beralih pada papanya. "Pa ... sebenarnya niat Papa mendekatku pada Kak Mirza apa, sih?" "Awalnya adalah menjodohkan kalian berd

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN