BAB : 59

1282 Kata

Semenjak pulang sekolah, ia hanya mengurung diri di dalam kamar. berkali-kali panggilan telepon dari Mirza ia abaikan. Rasanya benar-benar nyesek sampai ke ulu hati, jika semua yang ia takutkan benar-benar terjadi. Bibik juga beberapa kali masuk dan menemuinya untuk makan siang. Yakali di saat perasaannya sakit begini, bisa merasakan lapar. “Bik, Lova udah pulang, kan?” tanya Mirza saat sampai di rumah. “Udah, Den. Tapi tadi siang belum keluar dari kamar. Bibik juga udah buju untuk makan siang, tetap nggak mau.” Mirza tahu pasti apa yang dirasakan Lova saat ini. Untuk itulah ia segera pulang dan mejelaskan semuanya. “Lov ... kamu udah pulang. Sama siapa?” tanya Mirza langsung saat masuk dan duduk di samping Lova yang terlihat berbaring di kasur. Tak ada jawaban ataupun respon. Oke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN