Pagi ini terasa benar-benar berbeda, tak ada semangat dan seolah mood nya sudah dibuat berantakan oleh Mirza dari semalam. Matanya sembab, bukan hanya karena kurang tidur, tapi justru menangis. Bangun, ia bahkan tak berminat menatap wajah Mirza yang saat itu masih tidur. Segera berlalu menuju kamar mandi ... kemudian bersiap dengan seragam sekolah. Setelah selesai, ia siapkan pakaian kantor untuk suaminya itu dan dengan sengaja ia pasang alarm di ponsel agar dia bisa terbangun tanpa dirinya yang membangunkan. “Non Lova, kok matanya sembab?” tanya Bibik saat ia duduk di kursi, bersiap untuk sarapan. Tak mendapatkan jawaban apa-apa, membuat wanita paruh baya itu tak terus bertanya. Dia lebih lebih memilih kembali ke dapur. Hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di piring, dengan pandangan

