BAB : 56

845 Kata

Ini sudah sore dan dia bahkan tak mau menginjakkan kaki di kamar mandi. Apalagi masalahnya kalau bukan si kecoa kecil yang bikin heboh itu. “Aku nggak mau mandi, takut,” ujarnya. “Bau,” ledek Mirza. “Biarin.” “Lov ...” “Kak ...” Mirza menghembuskan napasnya berat. “Gimana kalau aku temenin?” Lova malah melempar bantal pada Mirza.  “Lah, kenapa?” “Masa mau nemenin aku mandi. Yang benar saja,” omelnya. “Kamu kan istriku. Apa salahnya aku nemenin kamu mandi. Kecuali kalau aku nemenin istri orang mandi, itu baru gawat,” jelas Mirza yang lagi lagi mendapat lemparan bantal dari Lova. “Ngeselin kamu,” umpatnya beranjak dari tempat tidur. Mengambil pakaiannya di lemari dan berlalu keluar dari kamar. Mirza hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang ... ah, sudahlah, tak perlu di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN