Pergeseran | Bab 44

1367 Kata

Aurora keluar dari apartemen itu sebelum matahari benar-benar naik. Langkahnya pelan tapi mantap, jaket tipis menutupi tubuhnya yang masih hangat oleh sisa malam. Samuel masih terlelap di kamar, napasnya teratur, wajahnya terlihat lebih damai dari biasanya. Aurora berhenti sejenak di depan pintu, menoleh ke belakang, menatap sosok laki-laki itu seolah ingin memastikan satu hal. Ia tidak lari. Ia hanya kembali ke tempat yang harus ia hadapi. Pintu tertutup perlahan. Perjalanan pulang terasa sunyi. Kota Jogja yang biasanya ramah pagi itu terasa berat, seperti tahu ada sesuatu yang sedang bergeser. Aurora menatap keluar jendela mobil, pikirannya kembali ke meja makan rumahnya, ke wajah Papah yang selalu tegas, ke Luna yang selama ini berdiri satu langkah di depannya. Hari ini, ia tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN