Episode 26

1560 Kata

Flashback On PAGI HARI, USAI ARES MENGANTARKAN SATE. Wajah Amrin memerah, saat mendengar apa yang Aldi ceritakan padanya. Ia benar-benar tak habis pikir, kenapa Ares bisa menjadi segila itu. Emosinya kini mulai tak bisa lagi ia bendung. Ares sudah benar-benar keterlaluan, di matanya. Ia tak habis pikir, mengapa Ares sampai punya pikiran senekat itu dan kembali mengirimkan sate yang sama, ke rumah Alia. "Dulu Neng Anis, sekarang Neng Alia. Ada apa sebenarnya dengan, Ares? Kenapa dia harus selalu terobsesi seperti itu, pada seseorang? Apakah dia sakit jiwa?" geram Amrin. "Mungkin bagi Ares, Neng Alia adalah pengganti yang tepat setelah Neng Anis nggak ada, Mang. Neng Alia punya sifat yang baik juga, seperti Neng Anis. Hanya bedanya, Neng Alia tidak lemah, dan mampu mempertahankan apapun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN