Plak! Bryan mengusap pipi kirinya yang terasa panas. Seumur hidupnya, ini baru pertama kali Almeer terlihat sangat marah pada Bryan sampai-sampai daddy nya itu menamparnya. Biasanya kalau Almeer marah, ia akan mendiamkan Bryan beberapa hari sampai ia merasa marahnya mereda baru mereka kembali berdamai dengan ratusan nasehat yang keluar dari mulut Almeer. Bryan menatap jalang mata Almeer, begitu juga dengan Almeer. Kedua nya sama-sama sedang meluapkan kemarahan. Almeer meluapkan kemarahan nya dengan memberikan Bryan sedikit pelajaran sedangkan Bryan terlihat menahan marah dari pancaran matanya. “Sayaaang,” ujar Maria yang juga ada di ruangan itu. Almeer mengangkat tangan nya pertanda ia melarang Maria untuk bicara. “Anak ini sudah sangat keterlaluan, Maria. Dia pantas mendapatkan satu b

