Tiwi tersenyum bahagia meski dalam hati ada sedikit rasa sedih karena seharusnya bukan Wahyu yang ada di sisinya dan Arsyi dalam masa sulit seperti ini. Harusnya lelaki itu, yang berpredikat sebagai ayah kandung dari anaknya yang datang dan berada di sampingnya, menemaninya dalam keadaan suka dan duka. Namun, kenyataannya justru lelaki yang ia pegang janji dan tanggung jawabnya justru lelaki yang kejam hingga tega menduakan cintanya. Mata Tiwi berkaca-kaca. Saking harunya ia sampai menitikkan air mata. "Kenapa nangis sie, Wi? Arsyi-nya diam malah gantian kamu yang nangis," tegur Wahyu. "Nggak apa kok, Mas," kata Tiwi seraya menyeka lelahan air matanya. Arsyi berada dalam penanganan dokter. Wahyu dan Tiwi dengan setia mendampingi si kecil yang terlihat ketakutan karena jarum suntik yan

