Jaket tebal berwarna pink dengan bulu-bulu lembut di kerudungnya sudah Tiwi pakaikan di tubuh si kecil yang masih berada dalam gendongan Wahyu. "Kenapa, Nak? Kenalan dulu sama Om." Wahyu mengulurkan tangannya. Sejak tadi Arsyi terus mengamati wajahnya meski tak lagi menangis, tapi gadis kecil itu nampaknya bingung dan asing dengan om-om manis yang tengah menggendongnya saat ini. Mungkin dalam otak polosnya berpikir, "Kenapa bukan ayahku yang gendong aku?" Tangan kecil itu terulur setelah Tiwi mengarahkan Arsyi untuk membalas uluran tangan Wahyu. Tak menunggu lama Wahyu pun segera menjabat tangan mungil itu lalu berkata, "Kita temenan ya sekarang. Om Wahyu dan Arsyi." Senyum tulus tersungging di bibir Wahyu dan disambut dengan tawa polos Arsyi yang menampakkan gigi depannya yang mulai

