Shena menatap keluar kaca mobil. Jelas terlihat kesedihan di wajahnya. Walau bagaimanapun juga, ia dan Satya baru saja kembali dipertemukan setelah sekian lama terpisah tanpa kabar. Dan sekarang, laki-laki itu harus kembali pergi jauh darinya. Aaron melirik ke arah sang istri. Satu tangannya terulur untuk mengusap puncak kepala Shena, sontak membuat perempuan itu menoleh. "Maaf, Mas," ucap Shena. Aaron mengerutkan dahi. "Kenapa minta maaf?" "Maaf karena Shena gak bisa menahan kesedihan ini atas kepergian Kak Satya, Mas," jawab Shena pelan. Menatap tak enak hati pada suaminya. Aaron mengulas senyum, menoleh sekilas pada Shena dan kembali fokus ke jalanan. "Gak usah minta maaf, Sayang. Mas paham kok. Gimana pun juga kan, Satya pernah begitu berarti dalam hidup kamu," ujarnya. Shena ter

