Berada di tempat terapi psikologi setelah beberapa hari tidak datang karena sibuk dengan latihan dan latihan, ditambah lagi dimana dimana terapisnya adalah kakak ipar dari Naila dimana Rafa ingin saja pindah hanya saja tidak bisa melakukannya dan saat ini dirinya bersama dengan Rafi serta ibunya. “Ibu nggak mau kamu sakitin Naila kembali sudah cukup apa yang kamu lakukan dahulu, andai saja ibu tahu apa yang terjadi akan langsung meminta maaf dengan bersujud.” Rafa hanya terdiam mendengar perkataan ibunya yang benar adanya, menatap Rafi yang hanya diam sibuk dengan ponselnya dimana pasti sedang melakukan pekerjaan. Usaha yang Rafa buat semua Rafi yang memegang kendali meski hanya warung kecil tetap membutuhkan pengawasan, belum lagi pekerjaan Rafi sebenarnya. Zahra tersenyum menatap Rafa

