30. Makam di Bantul

1506 Kata

"Ma, Pa? Ini Mentari. Istrinya Gamma. Mama Papa udah gak usah khawatirin Gamma lagi. Gamma udah tumbuh hebat seperti Papa, dan sebaik Mama." Sore cerah di Jogja. Usai landing di Bandara Adi Sucipto, Mas Gamma mengajakku mampir ke sebuah pemakaman besar di pinggiran kota Bantul, yang aku nggak tahu nama wilayahnya. Di sinilah, kedua orang tua Mas Gamma disemayamkan. Aku kira beliau-beliau ini dimakamkan di sekitaran Depok. Ternyata, sejak Mama mulai sakit-sakitan, Mama sudah berpesan jika Allah mengambil nyawanya, beliau ingin dimakamkan di dekat makam orang tuanya. Papa yang meninggal ketika Mas Gamma masih mengeyam bangku SMA pun, turut dimakamkan di sini. Meninggal karena serangan jantung. Pantas saja, Mas Gamma panik bukan main saat dulu mendapati Bapak menunjukkan gejala yang sama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN