"Apa kabar, Tari? Denger-denger ... " Kak Hapsari mengedipkan sebelah matanya menggodaku. Dia duduk di kursi kantin dengan es cendolnya saat aku datang. Tangannya sibuk berselancar di ponsel, sambil sesekali mengetikkan huruf di sana. Nggak mau sendirian, aku mendudukkan diri di seberang meja. "Kakak apa kabar? Udah mau selesai ya koasnya?" senyumku membalas Kak Hapsari. "Iya ini, Ri. Tinggal THT aja. Ngomong-ngomong selamat ya. Maaf, baru sempet ngucapin." "Gapapa, Kak." Aku membuka halaman demi halaman buku menu, memilih makanan yang akan aku pesan untuk makan siang. Rasanya, Bakso Gajah dengan banyak sambal akan sanggup mengobati ketegangan hati juga pikiranku hari ini. "Gue kaget aja, Ri. Gue pikir, lo bakal jadian sama Irsyad. Eh ternyata ... jodoh nggak ada yang kira ya?"

