Seminggu berlalu. Stase Bedah terhororku lancar terlewati. Nggak ada yang menyulitkan kecuali kami harus mendengar si Raja Keluh Prabu Suseno, yang masih akan kami dengar selama sembilan minggu ke depan di sub stase Bedah lainnya. Ah, satu lagi. Nggak ada kesulitan, kecuali aku harus beradaptasi ulang dengan sahabatku Irsyad, sebagai seorang Mentari yang sudah bersuami dan senantiasa menjaga hati suami dari kecemburuan super dahsyatnya. Bagaimana nggak dahsyat? Seminggu dia tidur menatap atap bagaikan orang mati, dan nggak membalas pelukanku. Seminggu pula, dia duduk di seberang meja saat sarapan, yang biasanya menempel di sampingku. Benar-benar satu minggu, dia juga berangkat ke rumah sakit lebih dulu, lantaran staf dokter Bedah Onkologi, stase yang kujalani, baru mulai visite

