"Eh Tari, Gamma ... anak Tante. Masuk masuk!" Mama Hayati sendiri yang menyambut kami di pintu depan ketika kami datang. Aku dan Mas Gamma, lalu digiring ke halaman belakang dekat kolam renang, tempat aku dulu pernah duduk berdua dengan suamiku itu di sana. Tempat acara syukuran pertambahan usia Papa Jatmiko digelar. "Kok agak anget ya?" tanya beliau setelah mengecek beberapa kali genggaman tangan kami. Punggung tangan Mama berpindah ke dahiku, untuk sekedar meyakinkan. Beliau menoleh ke belakang, dimana Mas Gamma berjalan lambat mengikuti kami, yang membawa buah tangan sekaligus hadiah untuk Papa. Sebuah jam tangan mewah yang entah sejak kapan Mas Gamma beli. Tugasku hanya membungkusnya secantik mungkin, dengan kertas kado batik yang aku beli tadi siang di Maret-Maret. Hari ini, aku

