Malam dingin di pertengahan Juli, adalah hari pertamaku jaga malam setelah menikah. Jika dulu aku dengan mudahnya bisa langsung melenggang pergi begitu saja ke rumah sakit, kini, rasanya lebih berat. Ada separuh hati yang harus kutinggalkan di rumah. "Makan yang banyak. Gofoodnya udah sampe 'kan? Minum susunya juga." Dia ... si Dosen Terhits se-Samanhudi, yang kini lama-kelamaan aura idolanya nggak meredup, justru makin bersinar sebab para kaum hawa civitas akademika Samanhudi makin mengagumi keromantisan dan sifat husbandable-nya, nggak berhenti menggangguku dengan sambungan teleponnya. Astaga! Dia sepertinya, ingin aku dimarahi oleh residen jagaku. "Iya udahan ya, Mas? Tari mau anterin pasien ke Radiologi dulu." "Anterin aja. Gak usah dorong brankarnya! Ntar kamu tambah kurus.

