Mentari: Syad, dimana? Tolong, Ibuk hilang. Syad, lo ada uang yang bisa gue pinjem nggak? Mentari: Dokter ... Tari bisa pinjam uang? Maaf, cuma sekali ini aja. Saya buntu. Untuk Ibuk. Dua pesan darurat aku kirimkan pada dua lelaki yang aku kenal baik itu. Aku sudah nggak punya rasa malu lagi sekarang. Ini untuk kelangsungan hidup keluargaku. Mereka sedang berupaya bertahan tanpaku, yang nggak pernah sekalipun meninggalkan mereka selama ini. Telepon masuk setelah sekitar dua jam aku mondar-mandir nggak tentu arah menunggu jawaban. Pikiranku melayang kemana-mana. Buntu. Aku menatap sendu layar handphone retakku. Nomor yang tak dikenal. "Halo? Ini dengan keluarga Ibu Rasmiyati? Saya dari Polres Pamulang, Mba?" "Ya?" tanyaku ragu. Debar jantungku sudah mengencang. Rasanya ma

