"Lo yakin, Ri? Udah istikharah?" Aku mengangguk saat dia menanyaiku, di detik-detik terakhir Dokter Gamma mengucap janji ijab qabulnya. Sejak tadi, Irsyad memang hanya berputar-putar di ruang makan, demi meyakinkanku sekali lagi. "Sial!" Irsyad meraup muka dan rambutnya. Tatapannya terlihat ... kesal. "Emang kenapa sih, Kak? Lo jangan bikin Kak Tari ragu dong! Malu sama orang sekampung kalo gak jadi nikah!" sanggah Febi yang menggenggam tanganku sejak tadi, seolah berat melepas kakak pertamanya ini ke pelaminan. Febi lah yang menyiapkan riasanku, dibantu salah seorang tetangga yang mulai mahir menyulap wajah dengan ilmu make up andalannya. Mereka berdua baru-baru ini sering bereksperimen, lalu menggugah videonya ke Youtube, sejak akhirnya alat make up kami lengkap sisa wisuda dulu.

