21. Ungkapan Cinta Devan

1070 Kata

Malam ini Warda memang bersedih, tapi di sisi lain juga terselip rasa bahagia. Terbayang bagaimana tadi suaminya membela dirinya di depan umum. "Duh, kenapa aku terus memikirkan ini? Tapi memang tadi Devan sangat keren," batin Warda sambil mematung menggosok giginya. Wajah Warda semakin memerah tatkala teringat kejadian barusan, karena hidungnya dan Devan hampir bersentuhan. Mungkin hanya berjarak 1 cm saja. Tadi memang dia hampir terbius oleh ketampanan suaminya. Untung saja dalam detik terakhir Warda memiliki kesadaran dan segera berlari saking malunya. Selesai dengan rutinitas sebelum tidur, Warda menuju ke ranjangnya. Dilihatnya Devan yang sudah tertidur duluan. "Dia sangat tampan dan juga dewasa, semakin lama aku mulai merasa nyaman berada di dekatnya. Hanya saja terkadang aku tak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN