22. Kedatangan Lita

1274 Kata

Jemari Devan tengah sibuk mengetik di laptop. Sesekali dia menguap karena sudah mulai merasa bosan. "Aku tidak boleh malas - malasan biar cepat selesai, biar aku bisa pulang lebih awal malam ini," batin Devan. Devan sekarang lebih betah di rumah, dia sangat menikmati hari - hari bersama istrinya. Walaupun hubungan mereka belum ke arah intim tetapi rasa puas akan menjahilinya sangat menyenangkan. Tiba - tiba ada panggilan nomor baru, karena penasaran ia angkat juga. [Siapa] [Dev, ini aku Lita. Bisakah jam makan siang nanti kita bertemu? Aku mau minta bantuanmu] [Oh, Lita. Baiklah, nanti kamu kirim alamat restorannya saja] Devan merasa heran juga, sebab sudah bertahun - tahun lamanya dia tidak pernah melihat Lita, mantan kekasihnya. Terakhir kali bertemu Lita marah padanya, tapi tiba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN