Devan mengajak Warda menuju lapangan berkuda yang begitu luas. Dia berpikir jika naik kuda berduaan bisa menimbulkan kemesraan agar hati calon istrinya bisa terketuk. Namun siapa sangka jika Warda malah meminta pulang. "Kita baru saja sampai, bahkan belum sempat naik kuda," sela Devan agak kecewa. "Aku hanya khawatir pada adik-adikku," jawab Warda. "Kan sudah ada yang menjaga mereka, ayo kita berkeliling naik kuda satu atau dua jam saja. Jarang-jarang loh aku punya waktu senggang gini, biasanya aku disibukkan dengan pekerjaan kantor," bujuk Devan dengan segala cara. Warda sebenarnya bukannya tidak ingin, jujur saja dia juga penasaran karena selama ini belum pernah naik kuda. Akan tetapi dia barusan melihat segerombolan teman semasa SMA yang dulu sering membullinya. "Warda, kenapa kam

