KEMUNCULAN PARA IBLIS

1536 Kata
    Ini sudah hari ke 60 sejak aku ada di kerajaan ini, artinya sudah 2 bulan aku ada disini, semuanya masih berjalan dengan baik, bahkan sesekali aku juga mengambil pekerjaan membunuh monster untuk membeli barang yang kuinginkn dengan uangku sendiri.       Hari ini , kelas dimulai seperti biasanya, aku duduk di tempat duduk paling belakang dengan Sarah yang ada disebelah kananku dan Kai yang ada di kiriku.       Bu Alice masuk ke ruang kelas dengan seorang laki laki berambut merah dengan sepasang mata hijau menyala, pakaian dan orangnya sangat keren… tapi auranya terlalu menakutkan.       “Bukankah itu Archduke, rasanya beliau seperti tidak pernah bertambah tua saja.”       Tanpa sengaja, aku mendengar perbincangan temanku yang duduk tepat didepanku membicarakan tentang pria itu.       “Archduke jarang keluar sejak kematian anak pertamanya, tapi dengar dengar dia memiliki anak lagi, anaknya laki laki dan umurnya 3 tahun dibawah kita.”       “Sayang sekali, jika umurnya setara atau diatas kita, mungkin kita memiliki kesempatan untuk menikahinya.”       Oh, jadi dia adalah Archduke diwilayan ini.       “Baiklah anak anak sekalian, kalian semua pasti sudah mengenal beliau, beliau adalah Archduke yang memimpin wilayah barat. Hari ini beliau kemari untuk menyampaikan sesuatu, tolong didengarkan baik baik.”       “Sebelumnya saya ingin minta maaf karena telah mengganggu ditengah tengah pelajaran, kalau begitu, saya akan langsung keintinya saja, baru baru ini ada beberapa iblis yang terlihat di seluruh Kerajaan Tirania, mereka membunuh orang orang di tempat sepi dan tidak jarang juga ada laporan bahwa mereka membunuh orang yang berjalan sendirian di malam hari dan terkadang juga menculik mereka.”       “Oleh karena itu, saya ingin, jika salah satu dari kalian ada yang melihat iblis itu sedang menyakiti orang orang, saya harap kalian akan membantunya tanpa membunuh iblisnya, sekian dari saya, apakah ada yang bertanya?”       Seketika itu ada satu anak laki laki dan perempuan yang mengangkat tangan mereka, kemudian yang perempuan dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaannya lebih dahulu.       “Kenapa kita tidak boleh membunuh para iblis itu?”       “Karena Raja Wingston ingin berdamai dengan ras iblis tapi karena ras iblis selalu ingin menyerang Kerajaan Tirania, permintaan perdamaian selalu saja ditolak oleh mereka. Sampai sekarang Raja Wingston masih mengincar perdamaian itu.”       “Oleh karena itu, tidak diijinkan untuk membunuh iblis, jika satu saja iblis terbunuh karena manusia, itu sudah cukup untuk memicu sebuah peperangan dan perdamaian yang diharapkan Raja Wingston akan hilang dan usahanya selama ini juga akan sia sia.”       Kemudian pertanyaan dari murid laki laki tadi.       “Apakah rakyat biasa tidak diberitahu akan hal ini?”       “Tidak.”       “Lantas, bagaimana rakyat biasa bisa tau bahwa bahaya sedang mengancam mereka?”       “Maka dari itu aku kemari untuk meminta bantuan kalian, jika rakyat biasa diberitau maka seluruh kerajaan akan kacau, itu juga bisa menjadi celah bagi para iblis untuk menyerang. Kalian akan berpatroli di malam hari sesuai dengan jadwal masing masing kelas, untuk selebihnya biarkan wali kelas kalian yang menjelaskannya.”       “Jika tidak ada yang bertanya lagi, saya akan pergi, tolong kerja samanya.”       Kenapa para iblis tiba tiba ingin menyerang? Seingatku, guru pernah menceritakan ini padaku sebelumnya, Manusia dan iblis pernah sedikit bertengkar 16 tahun yang lalu, tapi Raja untungnya masih bisa mengatasi hal itu dan suasananya pun menjadi kondusif.       Antara manusia dan iblis sebelumnya, bukankah keadaannya baik baik saja setelah itu, kenapa sekarang malah ingin menyerang?       Jika membunuh, itu pasti hanya sebuah umpan dari para iblis untuk manusia, tapi untuk apa sampai harus menculik manusia segala? Apakah ini hanya sebuah pertarungan biasa atau ada sesuatu dibaliknya?       Aku harus bertanya.       Saat aku melihat kedepan kelas ternyata Archduke sudah tidak ada.       “Apakah Archduke sudah pergi?”       “Iya, baru saja keluar tadi, apakah ada yang ingin Ella tanyakan?”       “Iya, tapi jika sudah pergi, tidak apa apalah.”       Tiba tiba, Kai yang tadinya hanya diam saja, kini bicara denganku.       “Archduke pasti masih ada didalam akademi ini sampai kelas kita berakhir nanti, kalau kau ingin bertanya sesuatu katakan saja nanti, aku akan mengantarkanmu padanya.”       “Apakah aku boleh ikut?”       “Kalau kau ingin ikut, maka ikut saja.”       “Kalau begitu, nanti kita bertiga akan kesana, oh ya, Kai, kenapa kau terlihat serius sekali hari ini?”       “Tentu saja, karena kasus dari para iblis itu, padahal ku kira aku bisa bermain main dan bersantai sambil menjahilimu, malah sekarang muncul kasus yang seperti ini.”       “Niatmu buruk sekali.”       Singkatnya, saat didalam kelas itu, Bu Alice menjelaskan tentang jadwal patroli.       Di akademi ini ada 30 kelas, seluruh kelas akan digabungkan menjadi 15 kelompok, setiap kelompok terdiri dari dua kelas, setiap kelas memiliki murid sebanyak 36 anak, itu artinya, jika 2 kelas digabungkan maka jumlah keseluruhan muridnya ada 72 anak, itu jumlah yang cukup untuk menelusuri seluruh wilayah barat ini.       Bu Alice juga bilang, bahwa motede di setiap wilayah itu berbeda beda, itu artinya metode seperti ini kemungkinan hanya wilayah Barat yang menggunakannya, untuk ketiga wilayah lainnya, tidak diketahui akan menggunakan metode yang seperti apa.       Dari 72 anak tadi, akan dibagi kedalam 24 kelompok dengan masing masing anggota 3 anak, tentunya diperbolehkan untuk memilih sendiri siapa anggota kelompoknya.       Pendaftaran kelompok akan dilakukan besok, setelah diadakan perkenalan dengan kelas sebelah.       Setelah itu, seperti biasanya pelajaran tentang sihir dan monster lagi. Yah, sebenarnya aku juga tau kenapa mereka belum memberikan pelajaran apapun yang berkaitan dengan iblis, mengkin karena, jika mereka memberikan pelajaran tentang iblis, pasti mau tidak mau mereka juga harus menjelaskan tentang cara membuat iblis itu mati.       Jika murid murid yang bertanggung jawab mengetahui tentang ini maka pasti mereka akan membunuh para iblis itu sekaligus memicu peperangan.       Untung saja, saat didunia sebelumnya aku selalu belajar, sehingga menjadi cukup mudah bagiku untuk menebak hal hal seperti itu.       Akhirnya, kelas selesai juga, setelah mendengar semua pelajaran yang sudah kupelajari ini membuatku menjadi sangat bosan.       Setelah kelas berakhir, kami bertiga langsung keluar dari kelas dan mencari Archduke sambil berharap bahwa dia benar benar belum pergi dari akademi ini.       Kemudian saat dikoridor, kami bertemu dengan salah satu guru disana dan bertanya mengenai keberadaan Archduke.       Guru tersebut bilang bahwa dia melihat Archduke sedang berjalan ke keretanya tadi, kami bertiga mengucapkan terima kasih dan permisi untuk pergi, lalu Kai menggunakan sihir teleportnya seperti biasa, kami bertigapun langsung tiba dibelakang Archduke.       Ternyata disana juga ada guru, guru sempat terkejut saat melihatku tiba tiba saja berada disana.       “Ella? Kenapa kau bisa ada disini?”       Perkataan dari guru, membuat Archduke memutar badannya.       “Ada perlu apa kalian kemari?”       “Saya ingin bertanya sesuatu tadi tapi saat saya ingin mengangkat tangan ternyata anda sudah tidak ada didalam kelas.”       “Apa yang ingin kau tanyakan?”       “Sebenarnya saya hanya ingin bertanya, kenapa para iblis tiba tiba menyerang setelah 16 tahun lamanya? Dan juga sebenarnya ini hanya asumsi saya saja, jika para iblis membunuh manusia itu pasti hanya sebuah umpan biasa, tapi kenapa harus menculik segala?”       “Anak yang di didik oleh penyihir tertinggi di kerajaan memang sangat hebat, ada beberapa informasi yang tidak boleh dibocorkan ke rakyat agar situasinya tetap kondusif, termasuk pertanyaanmu tadi, itu masuk dalam kategori rahasia. Apakah ada pertanyaan yang lain?”       “Iya ada, pertarungan ini, apakah benar benar sebuah pertarungan biasa atau mungkin ada sesuatu dibaliknya? Apakah para iblis sedang mengincar sesuatu di kerajaan ini?”       Saat aku selesai mengajukan pertanyaanku, Archduke hanya terdiam saja, tiba tiba guru langsung menghampiriku.       “Kenapa pertanyaan yang kau ajukan sulit semua?”       “Tapi para petinggi seperti Archduke, guru, dan juga Kai pasti tau kan, alasan dibalik pertarungan ini, jika aku bertanya pada kalian, kalian pasti akan langsung menghindari pertanyaanku, jadi aku tanyakan pada Archduke, apakah bertanya itu sesuatu yang salah?”       Guru ingin mengatakan sesuatu tapi dihentikan oleh Archduke. Dengan menahan tawanya, Archduke mengatakan…       “Anak didikanmu ternyata sangat mengerikan bahkan untuk dirimu sendiri. Bertanya itu bukanlah hal yang salah, nak. Tapi, pertanyaanmu itu memiliki jawaban yang jawabannya sendiri di jaga ketat oleh yang mulia Raja Wingston.”       Kai tiba tiba menengahi pembicaraanku dengan Archduke.       “Seharusnya tadi aku bertanya dulu tentang apa yang ingin kau tanyakan ke Archduke, kalau tau begini, seharusnya kubiarkan kau mencari Archduke sendirian bersama Sarah.”       “Ya mana kutau kalau ternyata pertanyaanku itu jawabannya adalah rahasia semua.”       Saat aku memandang Kai dengan muka cemberut, tiba tiba aku mengingat sesuatu.       “Oh ya, guru, hari ini jangan pulang terlalu larut.”       “Memangnya ada apa? Bukankah selama 1 bulan ini kau baik baik saja saat kutinggal sendirian?”       “Duhhh, apakah guru lupa lagi, hari ini adalah ulang tahunmu, sedangkan guru selalu pulang malam sekali saat aku sudah tertidur, kalau begitu bagaimana kita bisa merayakannya.”       “Di kerajaan sedang ada masalah, aku tidak-“       Tiada angin tiada hujan, tiba tiba saja Archduke meletakkan tangannya dikepalaku. Bukannya langsung menepis tangannya tapi aku malah membiarkan Archduke melakukannya.       Anehnya aku merasa, saat tangannya yang besar berada dikepalaku, aku merasa aman, aku merasa bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.       Perasaan ini, sebenarnya perasaan apa ini.       Aku mendongakkan kepalaku, menatap mata hijau terangnya, seluruh kata kataku seperti berhenti di tenggorokan, kenapa kau melakukan ini padaku, Archduke?       Bukankah orang yang memiliki kedudukan sepertimu, tidak akan melakukan hal ini kepada murid biasa kan? Dan yang terpenting, kenapa kau bisa memberikan perasaan yang sudah aku idam idamkan di dua dunia sekaligus?       Sebenarnya siapa dirimu?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN